Iya, semua memang demi kalian dengan tanpa “demi aku”.
Ketika dulu aku memulai “demi aku” dan mengakhiri “demi kalian” , aku mencoba ikhlas.
Dan sekarang, ketika aku memulai “demi kalian” dan mengakhirinya “demi kalian” juga, aku mencoba untuk ikhlas kuadrat.
Karena ikhlas saja tidak cukup karena untuk mendapatkan semua ini aku harus mengorbankan banyak hal. Takdir? mungkin, karena aku selalu dituntut dan pada akhirnya terbiasa menjalani semua takdir ini. Kejam? Tidak juga, karena Alhamdulillah saya masih punya ALLAH. Dan selama masih punya ALLAH, aku pun mencoba kuat. Kuat demi kalian. Karena semua ini demi kalian.
-aku yang tak pandai merangkai kata-
People Said