Ordinary Mima

secuil cerita tentang kehidupan manusia biasa

28 Oktober 28/10/2011

Filed under: Uncategorized — akumima @ 9:36 am

17 Tahun yang lalu, beliau meninggal dunia. Tepatnya tanggal 27 Oktober 1994, Malam Jumat Klilwon, Malam Sumpah Pemuda. Beliau kakek saya, yang saya panggil “Tuah Lanang”. Tuah dalam bahasa desa saya artinya mbah dan lanang artinya lelaki. Kalau jaman sekarang lebih awam disebut Mbah Kakung.
Semasa hidupnya, Tuah sering banget nyuruh saya ke warung buat beli kacang kulit sangrai, cemilan favoritnya. Sering juga ngumpet biar gak disuruh-suruh :D

Waktu meninggal, satu-satunya cucu yang menangis tersedu-sedu cuma saya. Disusul adik saya yang menangis karena melihat saya menangis. Entah karena saya tidak melepas kepergian beliau secara langsung karena waktu itu saya lagi liburan dirumah kakek dari Bapak, entah memang rasa kehilangan yang dalam.

Sampai detik ini saya sering sekali kangen sama Tuah Lanang. Ya Rabb, jagalah Beliau di alam-MU sana. Jagalah dari segala azab-MU, karena beliau orang baik.

28 Oktober bukan mengingatkan saya pada Sumpah Pemuda, tp mengingatkan pada hari dimana Tuah Lanang dimakamkan.

-aku yang tak pandai merangkai kata-

Advertisement
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.